Kepala BP Batam Diminta Terbuka Jelaskan Konflik yang Terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 16 September 2023 - 13:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. (Dok. Bpbatam.go.id)

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. (Dok. Bpbatam.go.id)

HAISUMATERA.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Subardi meminta Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Muhammad Rudi agar terbuka.

Terutama menjelaskan konflik yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Subardi, permasalahan yang terjadi di Pulau Rempang tidak mungkin gempar jika tidak ada kepentingan-kepentingan besar.

Subardi mengatakan jika hanya kepentingan kecil, tidak mungkin keributan pecah sebesar itu.

“Saya minta Pak Rudi (Kepala BP Batam Muhammad Rudi) terbuka saja.”

Baca artikel lainnya di sini: Dasar Indonesia Jadi Negara Maju, Zulkifli Hasan Setuju dengan Fokus Kebijakan 2024 Prabowo Subianto

“Ini harus diatasi, tidak hanya dibiarkan dan diliarkan,” ujar Subardi, dikutip dari laman resmi DPR RI, Sabtu, 16 September 2023.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu mengatakan Rempang Eco City yang digarap di bawah pengawasan BP Batam punya dua kepentingan.

Yakni kepentingan nasional untuk mengundang investasi dan kepentingan rakyat Rempang.

“Apakah pergerakan atau demo rakyat itu memang murni atau terzalimi kasarnya, hak-hak mereka belum terpenuhi? Apakah memang ada yang menyulut?”.

“Apakah itu lokal, regional, apa kepentingan-kepentingan lain? Bisa kepentingan politik, bisnis, atau persaingan investasi,” tambah Subardi.

Rempang Eco City merupakan proyek yang digarap oleh perusahaan PT Makmur Elok Graha (MEG) yang berinduk kepada Artha Graha Network (AG Network).

PT MEG sendiri merupakan perusahaan yang mendapatkan hak pengelolaan terhadap 17.000 hektare (ha) lebih lahan di kawasan Rempang sejak 2004 hingga kini.

Sekitar 2.000 ha dari lahan itu lalu dijadikan sebagai tempat pembangunan Rempang Eco City, lokasi pabrik produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd.

Perusahaan itu pun telah berkomitmen untuk membangun pabrik pengolahan pasir kuarsa senilai US$11,5 miliar.

Berada di kawasan tersebut dan menjadikannya sebagai pabrik kaca kedua terbesar dunia setelah di China.

Namun, sejak pekan lalu, masyarakat di kawasan itu enggan direlokasi hingga timbul bentrokan.

Atas pengosongan lahan ini, BP Batam menyiapkan permukiman baru untuk masyarakat Rempang yang terdampak proyek yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Permukiman ini bernama Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City dan berlokasi di Dapur 3, Kelurahan Sijantung, Pulau Galang.

Lokasi pemukiman baru itu diberi nama Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City. Program ini memiliki slogan Tinggal di Kampung Baru yang Maju, Agar Sejahtera Anak Cucu.

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.

Masyarakat terdampak pun akan mendapatkan hunian 1 rumah baru tipe 45 senilai Rp 120 juta rupiah/KK, dengan luas tanah maksimal 500 m2.

1 rumah terdampak akan diganti dengan 1 hunian baru.

Masyarakat dijanjikan bebas biaya Uang Wajib Tahunan (UWT) selama 30 tahun, gratis PBB selama 5 tahun, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Fasilitas pendidikan tersedia untuk jenjang SD, SMP hingga SMA. Tersedia juga pusat layanan kesehatan, olahraga dan fasilitas sosial.

Juga disiapkan fasilitas ibadah seperti masjid dan gereja.***

Berita Terkait

Salah Satunya Kepulauan Riau, Hari Ini Sejumlah Provinsi Diprakirakan Hujan Disertai Petir
Kekeliruan Pemerintah Indonesia dan Sensitifitas Para Calon Presiden Tehadap Konflik Pulau Rempang
Pemberian Hak atas Tanah di Rempang Tak Boleh Rampas Hak Tanah Warga yang Sudah Tinggal Sejak Dulu
Tinjau Ulang Kawasan Rempang Eco-City, Kota Batam, Kepulauan Riau sebagai Proyek Strategis Nasional!
Liputan Aksi Penolakan Relokasi Kampung Tua Rempang, Petugas Intimidasi Wartawan mediakepri Group
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:56

Surabaya Gelar Penandatanganan Swakelola PSKK: Komitmen BNSP dan LSP Tingkatkan Kualitas Kompetensi

Sabtu, 11 Mei 2024 - 10:21

Program Kesejahteraan Sentuh Anak-anak di Seluruh Indonesia, Janji Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Minggu, 5 Mei 2024 - 16:04

Prabowo Subianto Kenang dan Puji Gemblengan Senior di TNI Saat Reuni dengan Alumni Akabri

Minggu, 5 Mei 2024 - 13:05

Akan Disidang Etik Kasus Dugaaan Penyalahgunaan Wewenang, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Tak Hadir

Selasa, 30 April 2024 - 07:09

Kenang Kebersamaan Sejak 1996, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar Doakan Pemerintahan Prabowo Subianto

Sabtu, 27 April 2024 - 09:55

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif di BUMN PT Amarta Karya, KPK Tetapkan Lagi 2 Tersangka Baru

Rabu, 24 April 2024 - 11:46

Ternyata Thomas Masih Hidup, Sempat Heboh Dikabarkan Tenggelam di Perairan Pantai Enagera

Senin, 22 April 2024 - 13:54

Erupsi Gunungapi Ruang, Evakuasi Warga Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara Terus Dilakukan Tìm Gabungan

Berita Terbaru